X
Menu

  CALL / WA 0812 9087 7291
X

Cara membuat business plan untuk memulai bisnis

Perencanaan adalah faktor penting dalam segala bidang. Semua kesuksesan berawal dari perencanaan yang bagus. Apalagi dalam bidang bisnis. Membuat business plan adalah kunci sukses dalam bisnis.Sebelum membahas lebih jauh mengenai membuat business plan, ada baiknya Anda pahami dulu apa yang disebut business plan. Business plan atau rencana bisnis biasanya dibuat sebelum suatu bisnis berjalan. Tujuan utama dibuatnya business plan adalah untuk menganalisis dan menilai proyeksi apakah suatu bisnis layak untuk dijalankan atau tidak.

Selain tujuan utama tersebut, tujuan mempersiapkan business plan adalah untuk memperoleh bantuan modal dalam menjalankan bisnis tersebut. Kalau tidak mempunyai modal sendiri, maka perencanaan bisnis ini bisa dijadikan seperti proposal untuk menarik orang lain terlibat dalam bisnis tersebut. Oleh karena itu, business plan harus dibuat sekomprehensif dan sebaik mungkin agar memudahkan pihak calon pemodal untuk memahami dan pada akhirnya memutuskan untuk menanamkan modalnya pada bisnis yang akan Anda jalankan.

Selain kedua tujuan tersebut, business plan juga mempunyai beragam manfaat, di antaranya sebagai berikut.

  • Mengetahui detail, gambaran besar, dan prospek bisnis yang dilakukan.
  • Memulai, menumbuhkan, mengembangkan, mempertahankan dan meningkatkan proses bisnis secara efektif dan efisien.
  • Mengetahui apakah bisnis layak diteruskan atau tidak.
  • Menjaga bisnis tetap berada di jalur sesuai dengan visi, misi dan tujuan bisnis.
  • Menjaga motivasi bisnis.
  • Sebagai “modal” untuk mendapatkan bantuan dana atau rekanan bisnis.

Tips yang sebelum membuat business plan.

  • Menetapkan visi, misi, dan tujuan bisnis
  • Mempelajari contoh-contoh Business Plan
  • Membuat timeline bisnis
  • Mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh dari data sekunder (asosiasi bisnis, lembaga pemerintah, koran, buku, majalah dan internet) dan data primer (penelitian survei/kuesioner produk atau jasa(marketing research) melalui telepon, email, social networking dll, dan wawancara dengan pelaku bisnis).
  • Mengorganisasikan informasi dengan baik dan rapi.

Komponen Standar business plan:

  1. Deskripsi Perusahaan. Pada bagian ini, cantumkan nama, slogan, logo, struktur, deskripsi, dan lokasi bisnis anda. Paparkan juga secara singkat alasan berdirinya bisnis Anda, posisi di dalam pasar, pembiayaan modal, dan proyeksi finansial. Indikator finansial yang digunakan tidak usah terlalu banyak. ROI (return on investment) dan PP (payback period) sudah cukup untuk menggambarkan kinerja bisnis Anda.
  2. Latar Belakang. Paparkan pada bagian ini, situasi dan kondisi apa yang mendorong Anda mendirikan bisnis tersebut.
  3. Tujuan Bisnis. Jelaskan secara singkat namun jelas visi dan misi bisnis Anda. Visi adalah sesuatu yang ingin Anda capai di masa depan. Sedangkan misi adalah cara-cara untuk mencapai visi tersebut. Kalimat visi hendaknya kalimat yang berisi impian besar, seperti ‘Menjadi Penyedia Jasa Internet Terbesar di Dunia’.
  4. Deskripsi Produk dan Jasa. Uraikan secara jelas dan rinci produk dan jasa apa saja yang Anda tawarkan dalam bisnis tersebut. Jelaskan spesifikasi, perbedaan antarkategori jika Anda memiliki beberapa kategori produk /jasa, dan terutama jelaskan kelebihan produk /jasa Anda dibandingkan dengan yang sudah ada lebih dulu di pasaran saat ini.
  5. Perencanaan Pemasaran Bisnis. Pada bagian ini, sampaikan bagaimana Anda membagi-bagi segmen pasar, segmen mana yang ditargetkan, dan di mana posisi bisnis tersebut saat ini jika dibandingkan dengan bisnis lain di industri yang sama. Kemudian proyeksikan permintaan pasar akan produk /jasa Anda dalam 5 tahun mendatang. Jabarkan juga asumsi-asumsi (asumsi perekonomian, keuangan, politik, dan lain-lain) yang digunakan dalam membuat proyeksi tersebut.
  6. Proyeksi Keuangan. Pada bagian ini Anda akan lebih banyak menyuguhkan angka. Sampaikan secara jelas dan serinci mungkin mengenai apa saja investasi yang anda butuhkan, bagaimana alokasi biaya dalam bisnis anda, proyeksi rugi-laba, berapa besar kebutuhan dana untuk modal awal yang aman, bagaimana sumber pembiayaan yang anda rencanakan, dan berapa besar NPV (net present value) bisnis Anda. Jika belum memiliki kemampuan untuk mengkalkulasi semuanya, konsultasikanlah dengan kerabat atau teman yang memiliki latar belakang keuangan atau akuntansi. Ingat, kehati-hatian dalam perhitungan proyeksi keuangan akan sangat mempengaruhi keputusan calon pemodal Anda.
  7. Analisis Resiko Bisnis. Paparkan resiko apa saja yang mungkin Anda hadapi, yang berpotensi menghambat atau menggagalkan bisnis tersebut. Semakin jelas penggambarkan resiko bisnis, apalagi jika Anda sudah merencanakan solusinya, berarti sudah paham benar medan yang bisnis yang akan dimasuki dan sudah siap menjalaninya.

Tips-tips penyusunan business plan:

  • Mudah dimengerti
  • Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi efisien
  • Hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan
  • Menarik, menggunakan gambar dan grafik
  • Kata-kata dengan model “conversation” atau komunikasi yang interaktif
  • Membawa nuansa optimis dan positif
  • Mengarahkan keputusan pembaca
  • Menegaskan itikad baik kita
  • Mendemonstrasikan pengetahuan dan skill
  • Didukung data dan sumber informasi yang berkualitas

Sistematika business plan:

Business Plan bersifat dinamis dan dapat di update. Isinya disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengubah garis besar. Tiap Business Plan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan pelaku bisnis. Adapun garis besar (outline) Business Plan adalah:

  1. Sampul, berisi nama dan profil singkat pelaku bisnis, alamat, tempat dan tanggal, serta judul Business Plan
  2. Daftar isi
  3. Ringkasan (Executive Summary), biasanya satu lembar dan maksimal dua lembar, berisikan Marketing Highlight (keunikan dan kelebihan produk/jasa), Operational Highlight dan Financial Highlight.
  4. Profil lengkap
  5. Rencana dan analisis pemasaran
  6. Rencana dan analisis operasional
  7. Rencana dan analisis keuangan
  8. Lampiran data-data pendukung

Terakhir yang juga harus disiapkan adalah tampilan fisik dari business plan Anda. Pelajari lebih dulu kepada siapa akan Anda sampaikan business plan tersebut. Kemaslah dengan tampilan yang menarik menurut mereka, bukan menarik menurut Anda. Biasanya bisnis plan dibuat dalam suatu dokumen proposal. Namun saat ini, pengusaha diharapkan mampu membuat business plan dalam bentuk slide Power Point, dilengkapi dengan gambar yang berwarna serta grafik yang informatif. Tapi pada intinya, substansi dari bisnis plan tersebut tetaplah sama.

sumber

Share

Administrator

Konsultan hukum, notaris, pengacara, jasa pendirian usaha , jasa pengurusan perizinan 

KATEGORI