X
Menu

CALL / WA 0812 9087 7291
X

Februari

Cara mengajukan pinjama ke bank syariah mandiri

Anda berniat mengajukan pembiyaaan sebagaimodal usaha bisnis UKM ke Bank Syariah Mandiri (BSM)? Mengapa tak mencoba cara mudah mendapatkan dana pinjaman dari bank yang satu ini? (baca dulu,keuntungan menggunakan pembiayaan bank) Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan bank syariah yang memiliki jaringan paling kuat di Indonesia saat ini, sehingga meskipun terbilang bank swasta, Anda tak perlu khawatir dengan bank yang satu ini. Telah banyak para ahli ekonomi dunia yang belajar dengan sistem syariah yang dikembangkan oleh BSM, sehingga membuat bergaining dari bank syariah di Indonesia yang satu ini terus mengalami perkembangan jaringan yang cukup pesat.

pinjaman bank syariah mandiriMengapa tidak memanfaatkan layanan pembiayaan yang disediakan oleh Bank Syariah Mandiri kepada Anda para pengelola usaha bisnis UKM? Bank Syariah Mandiri menyediakan layanan pembiayaan dana pinjaman kepada masyarakat dalam dua jenis yakni pembiayaan mikro (sepuluh juta ke bawah) serta pembiyaan makro (sepulu juta ke atas). Anda bisa memilih jenis pembiayaan sesuai dengan jaminan yang Anda miliki serta jumlah dana yang Anda inginkan.

Secara umum beberapa syarat yang harus Anda miliki untuk pengajuan pembiayaan ke Bank Syariah Mandiri adalah sebagai berikut:

  1. Jaminan agunan berupa sertifikat tanah, kebun, rumah, BPKB dan sejenisnya disesuaikan dengan jenis pembiayaan yang Anda ajukan.
  2. KTP
  3. Kartu Keluarga
  4. NPWP
  5. Surat keterangan gaji atau surat keterangan memiliki tanah atau kebun.
  6. Foto dan sebagainya.

Beberapa persyaratan umum di atas perlu Anda miliki sebelum mengajukan pembiayaaan kepada pihak Bank Syariah Mandiri. Biasanya setelah Anda mengajukan pembiayaan, pihak dari Bank Syariah Mandiri akan melakukan survey lokasi terhadap jaminan yang Anda ajukan.

Mengapa Anda perlu mengajukan pembiayaan ke Bank Syariah Mandiri? Berikut ini beberapa alasan utamanya:

  1. Sistem syariah tanpa bunga, yakni hanya menggunakan sistem bagi hasil sehingga cicilan pembayaran relatif lebih murah dibandingkan dengan bank-bank lainnya.
  2. Proses pengajuan yang mudah dan pelayanan yang sangat ramah dari pihak pengelola Bank Syariah Mandiri.
  3. Anda akan merasakan keberkahan dari bisnis UKM yang Anda kelola karena memakai sumber modal yang jelas dan sesuai dengan syariah.
  4. Dengan mengajukan pembiayaan ke BSM, Anda terdaftar sebagai nasabah dan akan berkesempatan mengikuti undian berhadiah yang dilakukan oleh pihak BSM dalam waktu tertentu.
  5. Sama seperti bank lainnya, BSM juga menyediakan pinjaman makro ratusan juta rupiah bagi Anda yang ingin mengelola usaha bisnis yang besar.
  6. Saat ini BSM telah mengembangkan sayap hadir hampir di setiap kabupaten, sehingga memudahkan Anda untuk memanfaatkan layanan bank syariah tersebut.

sumber

Cara memilih inventaris usaha

Membangun bisnis di tingkat manapun membutuhkan sarana pendukung, termasuk diantaranya inventaris atau alat-alat usaha. Memilih alat untuk mendukung kegiatan usaha tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ibarat peribahasa lama “membeli kucing dalam karung”, apabila membeli peralatan tanpa mengetahui kualitasnya terlebih dahulu dapat mengakibatkan kerugian ganda jika bisnis tersebut telah berjalan dan mempunyai konsumen.

Berikut adalah langkah-langkah tepat dalam memilih inventaris usaha yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Usaha apa pun pastinya membutuhkan proses untuk menjadi besar. Karena itu, jangan terpancing untuk melakukan belanja inventaris secara jor-joran di awal memulai usaha. Tentukanlah skala usaha sesuai dengan kemampuan, baru kemudian menyesuaikan kebutuhan inventaris dengan skala usaha tersebut.

Banyak pengusaha yang ingin mengejar produksi besar kemudian tertarik langsung memakai inventaris atau alat usaha yang berteknologi tinggi. Masalahnya, aplikasi alat berteknologi tinggi tersebut belum tentu cocok dengan semua kondisi usaha. Tidak mungkin apabila seorang pengusaha mie skala kecil menggunakan mesin pencetak mie berteknologi mutakhir, selain harga belinya lebih mahal tentu saja pengoperasiannya membutuhkan daya listrik yang tidak sedikit. Akibatnya biaya produksi jadi membengkak, lalu mengalami kerugian. Oleh karena itu, sesuaikan inventaris dengan kebutuhan Anda, bila perlu konsultasikan terlebih dahulu dengan vendor penyedia alat usaha.

2. Utamakan kualitas

Dalam memilih inventaris usaha, selalu utamakan kualitas di atas segalanya. Walaupun secara harga mungkin lebih mahal, namun apabila kualitas produk yang dihasilkan bisa lebih bagus, mengapa tidak? Bandingkan jika menggunakan alat yang lebih murah yang bisa bermasalah di saat-saat penting Anda menjalankan usaha. Pelayanan bisnis terganggu dan konsumen akan meninggalkan.

Sudah banyak pengakuan dari pengusaha yang berani menggunakan alat berkualitas dalam usahanya. Rata-rata dari mereka mengaku mendapatkan produksi sesuai dengan yang diinginkan. Sebagai tambahan, alat berkualitas yang dimaksud tidak harus bermerek terkenal yang harganya selangit. Faktanya, di pasaran banyak terdapat alat-alat usaha yang kualitasnya sama bagusnya dengan merek terkenal namun dengan harga yang sedikit lebih terjangkau. Asalkan alat tersebut dapat bekerja dengan baik dan mampu memproduksi sesuai dengan kualitas yang diinginkan, ditambah lagi dengan jaminan garansi yang diberikan oleh vendor, maka hal tersebut sudah cukup.

3. Memilih vendor yang tepat

Bukan perkara mudah memilih vendor penyedia peralatan usaha yang tepat di antara sekian banyak vendor yang telah terdapat di pasaran. Untuk itu, pilihlah vendor yang telah terpercaya, memiliki reputasi baik, dan terbukti dalam membantu banyak pengusaha sukses. Tidak hanya itu, pertimbangkan juga faktor pelayanan yang diberikan oleh mereka, seperti jasa training pengoperasian mesin, ketepatan PO, konsultasi, bahkan layanan after sales service jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

sumber

Dalam dunia bisnis memiliki pesaing atw kompetitor sudah tidak bisa di hindari lagi. Karena itu ane mw coba share 15 tips ini buat agan-agan dalam menghadapi kompetitor agar bisa bertahan di dunia bisnis.

1. Dalam usaha, muncul pesaing adalah suatu hal yang wajar. Dan kita perlu melakukan antisipasi sejak dini. #15TipsBersaing

2. Kehadiran pesaing jgn dijadikan sbg ancaman, melainkan jadikan kesempatan dan motivasi utk berkembang #15TipsBersaing

3. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi pesaing sejak dini #15TipsBersaing

4. Lakukan analisa sejak dini ketika memulai analisa SWOT – analisa internal dan eksternal (pesaing) #15TipsBersaing

5. Ketika memulai proses pembuatan business plan. Mulai buat perencanaan antisipasi jika ada pesaing masuk #15TipsBersaing

6. Dari pada pesaing yg aktif, sebaiknya kita yg lebih aktif. Aktif untuk melakukan analisa pesaing #15TipsBersaing

7. Analisa pesaing bisa dlakukan dg kunjungan ke gerai pesaing. Product test pesaing, bandingkan dg kita #15TipsBersaing

8. Bisa juga dg mndatangi konsumen, tanyakan bgmn kepuasan mereka terhadap produk pesaing dbanding prod kita #15TipsBersaing

9. Dari analisa pesaing lakukan follow up utk tidak berhenti melakukan inovasi di produk. #15TipsBersaing

10. Untuk detail inovasi bs di search di #InovasiUsaha – Ingat Inovasi usaha sgt penting utk prbaikan produk #15TipsBersaing

11. Inovasi Usaha dan perbaikan kualitas produk dilakukan agar pelanggan tidak lari ke pesaing. #15TipsBersaing

12. Inovasi dlm hal promosi, misalnya semakin aktif utk create awareness, trade promo, sales promo, diskon #15TipsBersaing

13. Dan yg sangat penting selalu komunikasikan kelebihan kita dbanding pesaing dlm promosi tersebut #15TipsBersaing

14. Agar tidak lari ke pesaing, bangun relasi dg konsumen, buat komunitas, buat membercard, beri gift dll #15TipsBersaing

15. Dan setiap inovasi, perbaikan kualitas serta membangun relasi dg pelanggan hrs dlakukan dg konsisten #15TipsBersaing

 

sumber

atau apa pun itu, pada dasarnya sama saja seperti membuat situs lainnya, dan 90% tergantung pada platform yang anda gunakan, misalkan kita ingin membuat online shop dengan platform berbasis wordpress, maka langkah awal anda adalah, cari themes atau templates jenis onlineshop, dan saat ini sudah banyak sekali themes yang bisa anda gunakan, mulai dari yang gratis, sampai yang berbayar dan mahal! saran saya untuk onlineshop tampilan themes tersebut harus cukup meyakinkan,
karena tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini banyak sekali penipuan dengan modus toko online! artinya toko online anda harus cukup meyakinkan pembeli! karena kalau tidak, besar kemungkinan mereka akan mencari toko online besar yang cukup ternama! alasannya cukup sederhana, karena mereka tidak mau uang mereka hilang! kalau di lihat perbandingan harga, antara online shop kecil dengan yang besar, tidak akan berbeda jauh berbeda, akan tetapi rasa aman belanja online adalah salah satu faktor penting!
Langkah berikutnya adalah, pilih domain yang cukup menarik bagi toko online anda, entah itu brand domain, atau jika anda berniat untuk menjual satu produk, sebagai contoh online shop khusus produk sepatu, maka domain anda adalah Toko sepatu Dira,

hal ini untuk menghindari agar toko online anda tetap berjalan dan tidak mengalami kesalahan sepele seperti server down, atau bandwidth sudah mencapai maksimal dan sebagainya, saran saya adalah, khusus untuk toko online cari server luar, karena yang lokal nya biasanya kalau tidak mahal limit bandwidthnya sangat terbatas! hal ini memang tidak penting, jika toko online anda tidak memiliki pengunjung yang sangat banyak, tapi kalau pengunjung online shop anda sudah mencapai ribuan per harinya, saya rasa server down, bisa menjadi alasan yang sangat jelas terlihat bahwa toko online anda tidak bisa di andalkan dari kaca mata pembeli.

Jika 2 hal di atas sudah dilakukan, langkah selanjutnya adalah mencari Dropship supplier produk yang akan anda jual, anda bisa juga menjual produk yang sudah anda kenal baik, atau mungkin jika anda mempunyai usaha kecil, tidak ada salahnya untuk menjual produk tersebut! yang paling penting dalam langkah ini adalah, cara anda mencari sebuah produk dengan kualitas baik, dan harganya pun cukup masuk akal atau bisa diterima oleh pasar!
Jika anda sudah mendapatkan supplier, dan website anda sudah siap, langkah selanjutnya adalah promosikan toko online anda! bisa dengan cara SEO, SEM, atau SMM, cara apa saja boleh boleh saja, karena intinya adalah anda harus memberitahukan pada orang banyak bahwa anda mempunyai toko online yang bisa dipercaya dan menawarkan harga yang lebih baik! sebuah online shop bisa sukses, jika mempunyai 4 hal, yaitu harga terjangkau, terpercaya, lengkap, dan promosi.
Secara Logika Orang tidak akan membeli suatu produk via online! akan tetapi ada beberapa alasan yang mendorong konsumen untuk mencoba belanja online! salah satu alasan nya adalah, karena mereka tidak bisa menemukan produk yang ada di sekitar mereka, atau karena harganya lebih murah dan terjangkau! akan tetapi yang menjadi hambatan terbesar dalam sebuah industri e-commerce adalah, faktor kepercayaan! mengingat saat ini banyak sekali terjadi penipuan online, dan hal ini tidak terjadi di indonesia saja, akan tetapi di seluruh dunia,
oleh karena itu negara-negara yang sudah berpengalaman biasanya akan membuat sistem keamanan berbelanja online menjadi lebih aman, entah itu dari sistem pembayaran, seperti paypal yang di mana konsumen bisa melakukan pembatalan pembayaran atau refund/dispute payment, atau bisa juga adanya website website yang bertugas untuk mengawasi reputasi! dan biasanya pihak pemerintah tidak terlalu ikut campur dalam industri tersebut! alasan nya cukup sederhana, yaitu bukan bidang mereka, mungkin dari sisi penegakan hukum pemerintah bisa juga menerapkan aturan baru, akan tetapi kenyamanan dan keamanan transaksi tersebut hanya para pelakunya yang bisa menciptakan sistem yang lebih baik!
Kesimpulan: Pada dasarnya untuk memulai Bisnis Online shop anda hanya perlu tiga hal, yaitu Website ecommerce atau Online Shop, Produk atau mencari supplier yang bisa di andalkan, dan yang terakhir adalah Promosi dan Marketing. Tiga hal ini bisa dibilang langkah awal yang cukup baik, tetap ada tambahan seperti Kepercayaan.Trusted seller, Riset Pasar, dan lain sebagainya.

 

Banyak kasus yang terjadi mengenai kegagalan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Tidak hanya usaha yang hanya berjalan sebentar (1-2 tahun) tetapi usaha yang sudah berjalan puluhan tahun pun mempunyai peluang yang sama untuk gagal apabila tidak bisa menangani penyebab kegagalan tersebut.

Contoh nyata yang terjadi pada Batavia Air, dimana telah dinyatakan pailit alias mengalami kebangkrutan. Seperti yang dilansir suarapengusaha.com, kepailitan Batavia Air disebabkan karena manajemen perusahaan yang tidak handal. Manajamen yang tidak kompeten untuk mengurusi perusahaan dengan benar hanya akan membuat dampak yang negatif bagi perusahaan.

Berbeda dengan maskapai milik Malaysia, AirAsia dimana Tony Fernandez selaku CEO menerapkan manajemen yang sangat baik untuk menghindarkan kebangkrutan yang dialami AirAsia. Seperti yang kita tahu, AirAsia diambil alih oleh Tony Fernandez ketika perusahaan tersebut sedang mengalami kepailitan dengan jumlah utang yang sangat besar. Tetapi pada saat ini AirAsia mampu menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik di Asia Tenggara. Bahkan mampu menjadi salah satu sponsor salah satu klub Liga Inggris. Hal ini tidak terlepas dari manajemen yang diterapkan oleh Tony Ferandez untuk merekontruksi sistem manajemennya menuju keberhasilan perusahaan.

Setiap kegegalan suatu bisnis pasti memilik sebab dan tanda-tanda yang mengiringinnya. Berikut beberapa tanda-tanda jatuhnya sebuah bisnis yang dirangkum dari berbagai pengalaman para praktisi bisnis yang telah berpengalaman jatuh bangun mengelola usaha.

Pertama, Tidak Sabar. Pebisnis yang tidak tidak mempunyai kesabaran dalam menjalankan bisnisnya cenderung tidak telaten mengelola usaha. Selain itu, ketidaksabaran juga menyebabkan banyak kecerobohan yang muncul. Ketidaksabaran dan kecerobohan merupakan faktor yang sering menjadi penyebab hancurnya bisnis yang sudah dibina bertahun tahun.

Kedua, melupakan kepentingan usaha, dan mengutamakan kepentingan pribadi. Pebisnis yang mulai sukses, seringkali lupa untuk membangun usahanya lebih kuat, dan lebih berdaya saing. Kebanyakan pebisnis yang belum bisa memajemen dirinya dnegan baik terlena dengan usahanya yang sudah mulai berjalan, padahal sejalan dengan berkembangnya usaha yang didirikannya, banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha tersebut. Ia justru meningkatkan dan mengutamakan keperluan pribadi yang justru tidak ada hubungannya dengan kegiatan usaha.

Ia lebih banyak mengutamakan untuk menimbum kekayaan dan bergaya hidup mewah dari hasil keuntungannya. Bersikap seolah sudah menjadi pengusaha yang sudah sukses padahal masih banyak yang harus dikerjakan untuk membentuk suatu ketahanan diri perusahaan dari semua masalah yang sekiranya muncul. Ia lebih banyak mengutamakan pencitraan kesuksesan perusahaan kepada masyarakat sekitar atau bahkan kolega-koleganya. Hal inilah yang kemudain menjadi bumerang bagi dirinya, ketika kondisi keuangan menipis maka kebingungan menghamipirnya. Dan, apabila tidak bisa bereaksi dengan cepat maka kebangkrutan pasti cepat atau lambat akan menghampirinya.

Ketiga, terjebak kredit macet. Akses kredit dari perbankan yang mudah kalau tidak digunakan dengan hati-hati dan terukur akan menjadi kejatuhan dari bisnis yang dijalanai. Akan sangat bijak apabila, kredit yang digunakan benar-benar digunakna untuk kepentingan usaha bukan untuk kepentinganpribadi.

Keempat, terlibat masalah hukum. Ketika sudah bertekad menjadi pewirausaha, yang paling penting diperhatikan adalah perilaku sosial harus jauh dari masalah hukum, misalnya menipu, membohongi orang lain, mencuri serta berperilaku negatif, karena sewaktu-waktu bisa saja seseorang terjerat hukum yang berakibat buruk bagi bisnis yang sedang dibangun. Jika terbelit masalah hukum, reputasi bisnis dapat hancur dalam waktu yang sangat singkat.

Kelima, gampang tergoda promosi. Menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan perusahaan memang itulah harapannya, tetapi banyak pewirausaha yang baru tumbuh selain memiliki kebiasaan membeli produk yang tidak ada manfaatnya juga gampang tergoda oleh rayuan promosi. Setiap ada pameran selalu selalu meneken kontrak order barang tanpa memperdulikan kondisi keuangan perusahaan.

Keenam, terlalu ambisius. Modal nekad/ambisius tanpa perhitungan, sabet uang sana-sini, tanpa memperhitungkan darimana asalnya uangnya. Ujung-ujungnya usahanya terus merosot ke bawah hanya karena gengsi ingin dikatakan sebagai pengusaha multi talenta dan berhasil dimana-mana.

Ketujuh, lupa mengembalikan pinjaman. Jika meminjam sering lupa menggembalikan sehingga reputasinya hancur, dan jika berbisnis dengan bagi hasil seringkali abai memberikan hak bagi hasil kepada orang lain. Karena sering lupa bahwa yang digunakan usaha adalah duitnya orang, biasanya usaha yang dijalankan berakhir dengan masalah dan percekcokan.

Kedelapan, kurang berinovasi, tidak mau dan tidak cepat belajar tentang kondisi dari lingkungan bisnisnya yang terus berkembang dan terus berubah seiring dengan perubahan zaman dan sosial masyarakat. Akhirnya bisnisnya tidak laku dan ditinggalkan pelanggan.

Kesembilan, tidak mampu melakukan kaderisasi, dan malas membangun sistem, serta enggan mendelegasikan tugas yang optimal kepada tim dalam perusahaannya dengan baik, sehingga usahanya stagnan dan kehilangan energi untuk berkembang. Jika tidak diantisipasi usahanya lambat laun akan mati.

sumber

Perencanaan adalah faktor penting dalam segala bidang. Semua kesuksesan berawal dari perencanaan yang bagus. Apalagi dalam bidang bisnis. Membuat business plan adalah kunci sukses dalam bisnis.Sebelum membahas lebih jauh mengenai membuat business plan, ada baiknya Anda pahami dulu apa yang disebut business plan. Business plan atau rencana bisnis biasanya dibuat sebelum suatu bisnis berjalan. Tujuan utama dibuatnya business plan adalah untuk menganalisis dan menilai proyeksi apakah suatu bisnis layak untuk dijalankan atau tidak.

Selain tujuan utama tersebut, tujuan mempersiapkan business plan adalah untuk memperoleh bantuan modal dalam menjalankan bisnis tersebut. Kalau tidak mempunyai modal sendiri, maka perencanaan bisnis ini bisa dijadikan seperti proposal untuk menarik orang lain terlibat dalam bisnis tersebut. Oleh karena itu, business plan harus dibuat sekomprehensif dan sebaik mungkin agar memudahkan pihak calon pemodal untuk memahami dan pada akhirnya memutuskan untuk menanamkan modalnya pada bisnis yang akan Anda jalankan.

Selain kedua tujuan tersebut, business plan juga mempunyai beragam manfaat, di antaranya sebagai berikut.

  • Mengetahui detail, gambaran besar, dan prospek bisnis yang dilakukan.
  • Memulai, menumbuhkan, mengembangkan, mempertahankan dan meningkatkan proses bisnis secara efektif dan efisien.
  • Mengetahui apakah bisnis layak diteruskan atau tidak.
  • Menjaga bisnis tetap berada di jalur sesuai dengan visi, misi dan tujuan bisnis.
  • Menjaga motivasi bisnis.
  • Sebagai “modal” untuk mendapatkan bantuan dana atau rekanan bisnis.

Tips yang sebelum membuat business plan.

  • Menetapkan visi, misi, dan tujuan bisnis
  • Mempelajari contoh-contoh Business Plan
  • Membuat timeline bisnis
  • Mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh dari data sekunder (asosiasi bisnis, lembaga pemerintah, koran, buku, majalah dan internet) dan data primer (penelitian survei/kuesioner produk atau jasa(marketing research) melalui telepon, email, social networking dll, dan wawancara dengan pelaku bisnis).
  • Mengorganisasikan informasi dengan baik dan rapi.

Komponen Standar business plan:

  1. Deskripsi Perusahaan. Pada bagian ini, cantumkan nama, slogan, logo, struktur, deskripsi, dan lokasi bisnis anda. Paparkan juga secara singkat alasan berdirinya bisnis Anda, posisi di dalam pasar, pembiayaan modal, dan proyeksi finansial. Indikator finansial yang digunakan tidak usah terlalu banyak. ROI (return on investment) dan PP (payback period) sudah cukup untuk menggambarkan kinerja bisnis Anda.
  2. Latar Belakang. Paparkan pada bagian ini, situasi dan kondisi apa yang mendorong Anda mendirikan bisnis tersebut.
  3. Tujuan Bisnis. Jelaskan secara singkat namun jelas visi dan misi bisnis Anda. Visi adalah sesuatu yang ingin Anda capai di masa depan. Sedangkan misi adalah cara-cara untuk mencapai visi tersebut. Kalimat visi hendaknya kalimat yang berisi impian besar, seperti ‘Menjadi Penyedia Jasa Internet Terbesar di Dunia’.
  4. Deskripsi Produk dan Jasa. Uraikan secara jelas dan rinci produk dan jasa apa saja yang Anda tawarkan dalam bisnis tersebut. Jelaskan spesifikasi, perbedaan antarkategori jika Anda memiliki beberapa kategori produk /jasa, dan terutama jelaskan kelebihan produk /jasa Anda dibandingkan dengan yang sudah ada lebih dulu di pasaran saat ini.
  5. Perencanaan Pemasaran Bisnis. Pada bagian ini, sampaikan bagaimana Anda membagi-bagi segmen pasar, segmen mana yang ditargetkan, dan di mana posisi bisnis tersebut saat ini jika dibandingkan dengan bisnis lain di industri yang sama. Kemudian proyeksikan permintaan pasar akan produk /jasa Anda dalam 5 tahun mendatang. Jabarkan juga asumsi-asumsi (asumsi perekonomian, keuangan, politik, dan lain-lain) yang digunakan dalam membuat proyeksi tersebut.
  6. Proyeksi Keuangan. Pada bagian ini Anda akan lebih banyak menyuguhkan angka. Sampaikan secara jelas dan serinci mungkin mengenai apa saja investasi yang anda butuhkan, bagaimana alokasi biaya dalam bisnis anda, proyeksi rugi-laba, berapa besar kebutuhan dana untuk modal awal yang aman, bagaimana sumber pembiayaan yang anda rencanakan, dan berapa besar NPV (net present value) bisnis Anda. Jika belum memiliki kemampuan untuk mengkalkulasi semuanya, konsultasikanlah dengan kerabat atau teman yang memiliki latar belakang keuangan atau akuntansi. Ingat, kehati-hatian dalam perhitungan proyeksi keuangan akan sangat mempengaruhi keputusan calon pemodal Anda.
  7. Analisis Resiko Bisnis. Paparkan resiko apa saja yang mungkin Anda hadapi, yang berpotensi menghambat atau menggagalkan bisnis tersebut. Semakin jelas penggambarkan resiko bisnis, apalagi jika Anda sudah merencanakan solusinya, berarti sudah paham benar medan yang bisnis yang akan dimasuki dan sudah siap menjalaninya.

Tips-tips penyusunan business plan:

  • Mudah dimengerti
  • Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi efisien
  • Hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan
  • Menarik, menggunakan gambar dan grafik
  • Kata-kata dengan model “conversation” atau komunikasi yang interaktif
  • Membawa nuansa optimis dan positif
  • Mengarahkan keputusan pembaca
  • Menegaskan itikad baik kita
  • Mendemonstrasikan pengetahuan dan skill
  • Didukung data dan sumber informasi yang berkualitas

Sistematika business plan:

Business Plan bersifat dinamis dan dapat di update. Isinya disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengubah garis besar. Tiap Business Plan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan pelaku bisnis. Adapun garis besar (outline) Business Plan adalah:

  1. Sampul, berisi nama dan profil singkat pelaku bisnis, alamat, tempat dan tanggal, serta judul Business Plan
  2. Daftar isi
  3. Ringkasan (Executive Summary), biasanya satu lembar dan maksimal dua lembar, berisikan Marketing Highlight (keunikan dan kelebihan produk/jasa), Operational Highlight dan Financial Highlight.
  4. Profil lengkap
  5. Rencana dan analisis pemasaran
  6. Rencana dan analisis operasional
  7. Rencana dan analisis keuangan
  8. Lampiran data-data pendukung

Terakhir yang juga harus disiapkan adalah tampilan fisik dari business plan Anda. Pelajari lebih dulu kepada siapa akan Anda sampaikan business plan tersebut. Kemaslah dengan tampilan yang menarik menurut mereka, bukan menarik menurut Anda. Biasanya bisnis plan dibuat dalam suatu dokumen proposal. Namun saat ini, pengusaha diharapkan mampu membuat business plan dalam bentuk slide Power Point, dilengkapi dengan gambar yang berwarna serta grafik yang informatif. Tapi pada intinya, substansi dari bisnis plan tersebut tetaplah sama.

sumber

Seorang teman pernah menanyakan, gimana sih caranya supaya kita bisa hidup hemat. Terus saya jawab dengan singkat dan sederhana. Untuk belajar hidup hemat, sebelumnya kita harus belajar nyari duit dulu, belajar kerja, belajar bisnis! Lha iya kan, seseorang biasanya baru bisa menghargai duit bila dia mengerti betapa susahnya mencari duit itu.

”Jadi maksudnya kita mesti kerja gitu? Wah, bisa kacau dong kuliahnya?” Hehehe,

tenang dulu sobat. Jangan keburu mikir kalo kerja sambil kuliah itu sebagai sesuatu yang berat atau rada-rada gimanaa gitu… Makanya untuk rubrik tips kali ini saya bakal coba bagi-bagi tips gimana cara asyik dan sukses nyari duit tapi kuliah juga gak kalah suksesnya.

  1. Pokoknya coba aja!

Yoi sobat, sekali lagi gak ada salahnya belajar nyari duit sambil kuliah. Biar kata kamu itu anak orang kaya, tetep gak ada salahnya. Pokoknya asyik aja kalo kita dapat duit dari hasil jerih payah sendiri, gak seperti selama ini yang cuma menadah pada ortu. Wah, gak bisa dijelasin deh gimana nikmatnya ketika megang duit hasil keringat kita, walaupun itu cuma sedikit. Makanya, coba aja! Apalagi kalo kamu tergolong dari keluarga gak mampu atau pas-pasan. Hitung-hitung meringankan beban ortu.

  1. Jangan pikir untung rugi dulu.

Untung rugi mah belakangan. Pokoknya kita usaha aja dulu. Toh rezeki udah diatur oleh Allah. Kalo pikir-pikir takut rugi mulu, ujung-ujungnya malah kita gak jadi jalanin bisnisnya. Yang penting kita nyari pengalaman dulu

  1. Permodalan yang rasional

Karena kita mahasiswa dan tujuan utamanya buat pembelajaran, maka jangan memakai modal yang gede-gede, misalnya investasi jutaan rupiah buat bisnis properti, atau dagang berlian. Yang rasional aja buat kantong mahasiswa. Yang sekira kalo kita rugi gak bikin kita jatuh melarat. Malah kita bisa kok melakukan bisnis yang tanpa modal cuma bisa untung lumayan gede. Biasanya itu di sektor jasa, kayak bisnis pengetikan makalah, bisnis nyucikan pakaian kotor punya temen-temen satu kos, jadi calo belikan barang-barang kebutuhan pokok dan lain sebagainya.

  1. Tentukan segmen yang jelas

Ingat! Pangsa pasar kita harus jelas. Kalo kita mahasiswa ya tentunya lebih bagusnya kalo kita mengincar segmen bisnis di kalangan mahasiswa. Pangsa pasar di mahasiswa lumayan luas lho. Kalian bisa dagang kebutuhan-kebutuhan mahasiswa, kayak jualan sembako buat anak-anak kos, jasa catering (maksudnya ngebeliin makanan ke warung secara rutin buat orang-orang yang males keluar, tapi kita tambahin harga jasa ngebeliin), jualan voucher hp, jualan alat-alat tulis, jualan buku-buku kuliah, dan lainnya.

  1. Mission muka tebel

Bisnis gak akan berhasil kalo kalian itu masih malu-malu, segan sama temen, dan lainnya.Buang jauh-jauh perasaan mindermu itu! Pede aja dalam bisnis. Toh kita nyari yang halal juga. Makanya biarin aja kalo ada temen-temen ngejek. Seharusnya kita malah bangga, masih muda udah bisa bisnis. So, muka tebel aja.

  1. Kreatif

Ini penting. Soalnya keberhasilan bisnis kita banyak tergantung dari seberapa kreatif kita dalam menggarap bisnis tersebut. Pikirkan ide-ide baru yang orang lain gak berpikir ke arah sana. Misalnya aja seperti yang pernah saya dan temen-temen garap, yaitu mengelola bahan-bahan kuliah trus dipotokopikan dan kita ngambil untung dari sana. Itu kan kelihatannya sepele. Tapi biar sepele toh temen-temen gak mikirkan ke arah sana.

Pokoknya olah sesuatu sekreatif mungkin, gak peduli itu aneh dan bakal diketawain orang. Prinsip kita, biarlah anjing menggonggong, businessman tetap berlalu.

  1. Kecil-kecilan but tetap profesional.

Biar bisnis kita terhitung kecil, kita harus tetap professional dalam menjalankannya.. Terapkan manajemen yang bagus. Pakai pencatatan atau akuntansi yang baik. Laksanakan pola produksi dan pemasaran yang tepat, analisa pasar… intinya jangan asal-asalan dalam bisnis. Kalo masih asal-asalan mending urungkan aja bisnis tersebut. Ketimbang rugi coba?

  1. Cari partner bisnis

Bisnis akan lebih baik kalo dikelola dalam bentuk organisasi. Soalnya dengan organisasi kita bisa saling mengisi kekurangan masing-masing dan mensinergikan kelebihan yang kita punyai. Gak usah banyak-banyak, cukup dua atau tiga orang, trus ada yang berperan jadi direktur, ada yang jadi bidang pemasaran, bagian produksi, bagian humas atau lainnya.

  1. Jangan terlena….

Nah, taruh aja ternyata bisnis kamu itu sukses besar dan untungnya mencapai jutaan rupiah, serta jaringannya meluas. Ingat satu hal! Jangan terlena… kita ini tetap mahasiswa yang tugas utamanya tetap menuntut ilmu. Jangan sampai gara-gara asyik bisnis, kuliahnya jadi ditelantarkan. Ujung-ujungnya kita yang rugi. Rugi di biaya kuliah, rugi di waktu, dan lainnya. Makanya, kita harus bisa membagi waktu. Mana waktunya kuliah, mana waktunya bisnis. Bisnis saat kuliah kalo menurut saya lebih sebagai pembelajaran. Kuliah bagaimanapun tetap harus diutamakan.

 

Sumber : sumbangan tulisan dari Fauzan Muttaqien

Membuat artikel marketing sebagai sarana mendapatkan pelanggan

Artikel marketing merupakan sebuah tulisan informasi mengenati tips, info yang bermuatan isi berkaitan dengan produk/jasa yang memang sedang Anda jual melalui media internet.

Anda bisa menulis artikel khususnya untuk artikel marketing? Menulis artikel sangat perlu dilakukan khususnya membuat artikel marketing. Menulis artikel memberikan informasi tentang suatu hal dan bila diisi dengan kegiatan marketing maka dalam artikel menjelaskan secara halus produk yang ditawarkan. Artikel yang dibuat bisa memberi solusi /jalan keluar tentang permasalahan yang dihadapi konsumen.

Mereka yang mengunjungi internet itu membutuhkan informasi dan solusi atas segala permasalahannya. Anda perlu perhatikan moment ini. Walau tidak semua orang yang membuat artikel marketing ini bisa diandalkan dan dapat menjawab rasa ingin tahu mereka. Namun yang terpenting adalah berusaha memberikan kepada pengunjung.

Jika Anda berjualan produk di internet tanpa mau menuliskan artikel untuk kepentingan promosi/marketing Anda, maka pengunjung tidak tahu kelebihan serta keunggulan sebuah produk yang Anda jual. Sifat pembeli adalah “malas mikir” pada produk bisnis. Untuk itu maka Anda perlu memberikan bantuan informasi. Pembeli bukan tidak tertarik membeli produk yang dijual tetapi tidak tahu-menahu sebelum Anda memberi tahu.

Artikel marketing tidak hanya fokus pada penjualan produk. Artikel marketing dapat berisikan sebuah saran untuk masalah yang dihadapi pelanggan bila memang membrikan saran atas masalahnya.

Artikel marketing juga dapat membantu Anda dalam membangun mendapatkan traffic kunjungan menuju website/blog yang Anda buat secara terus-menerus.

Dalam dunia bisnis online sebuah artikel marketing memang memegang peranan penting. Tapi yang lebih penting adalah menulis apa yang anda ketahui dengan benar.

Karena jika Anda tidak terlalu mengerti tentang apa yang anda tulis, artikel marketing yang dibuat tidak akan bisa dimengerti. Jangankan pengunjung, anda sendiri ragu-ragu membaca tulisannya.

Para pengunjung yang telah membaca artikel yang anda tulis akan merespon apa yang anda tulis, dengan tidak hanya mengucapkan kata ”terima kasih”, atau ”artikel yang bagus”.

Jika materi yang disampaikan bagus dan memberi manfaat kepada pengunjung internet yang membaca artikel anda, maka mereka akan memberikan komentar yang lebih bagus sehingga akan memberikan manfaat dan masukan terhadap isi yang anda tuliskan di dalam artikel marketing itu.

Tetapi di dalam artikel marketing yang dibuat jangan berisi promosi yang mendorong calon pembeli agar pembeli terus membeli dan lebih banyak membeli. Hal ini malah akan mengganggu upaya pencapaian sasaran strategi pemasaran maupun bisnis.

Semakin banyak anda menulis artikel marketing yang bermutu, tentu akan semakin banyak teman dan akan lebih membangun tingkat kredibilitas dan kepercayaan dari konsumen Anda. Pada akhirnya akan semakin meningkatkan angka penjualan.

sumber

Ya, 15 detik saja. Itulah waktu yang Anda butuhkan untuk mencuri semua perhatian dan memberikan kesan positif pada pendengar presentasi yang bisa jadi adalah bos atau karyawan, serta kolega di perusahaan. Para pendengar Anda juga hanya butuh 15 menit untuk memutuskan apakah presentasi Anda bagus dan layak didengar, atau tidak.

Lalu, bagaimana cara membuat mereka terkesima hanya dalam waktu 15 detik? Berikut langkah-langkahnya, seperti disarankan oleh Inc.com.

1. Perkenalan singkat
Jangan habiskan waktu di awal untuk mengenalkan diri Anda, sangat tidak efektif. Jika Anda menjadi pembicara yang diundang oleh pihak lain, biarkan mereka yang mengenalkan siapa Anda sebelum mulai presentasi. Jika tidak, perkenalkan diri Anda secara singkat dalam sebuah slide, tak perlu berpanjang-panjang menjelaskannya.

2. Jangan gunakan lelucon
Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa mengatakan lelucon di awal presentasi bisa menghangatkan suasana dan membuat Anda lebih dekat dengan pendengar. Ini adalah teori yang sudah kuno. Melontarkan lelucon di awal presentasi adalah tanda bahwa Anda tidak yakin dan gugup. Pendengar bisa jadi tak sabaran jika Anda berlama-lama dengan lelucon yang tak ingin mereka dengar.

3. Jangan mulai dengan informasi latar
Biasanya presentasi akan dibuka dengan informasi latar. Misalkan “Perusahaan kami telah berpengalaman selama 150 tahun dalam bidang retail.” Pembukaan semacam ini tampaknya ideal, tapi masalahnya, tak ada orang yang peduli dengan informasi latar. Jika Anda presentasi di depan kolega atau atasan, maka mereka pasti sudah hafal dengan informasi tersebut. Mulai dengan fakta yang penting dan bisa memancing keingintahuan mereka.

4. Pancing rasa ingin tahu mereka
Untuk membuat pendengar fokus pada apa yang akan Anda katakan, pertama Anda harus bisa memancing rasa ingin tahu mereka. Pertama, jangan buka dengan slide bertuliskan “John Doe, ahli keuangan” yang diikuti dengan penjelasan “Hai semuanya, saya John Doe dan saya telah bekerja sebagai ahli keuangan selama 15 tahun.”

Sebagai gantinya, tunjukkan slide dengan tulisan “Rp 1.000.000.000″ ini akan memancing perhatian pendengar Anda. Kemudian jelaskan dengan “Ya, satu miliar rupiah. Itulah jumlah uang yang sudah dihambur-hamburkan oleh setiap perusahaan setiap tahunnya. Namun, saya bisa mengajukan sebuah cara agar kita tak mengalami kerugian lagi.” Dibandingkan pembukaan pertama tadi, tentu pendengar akan lebih tertarik jika Anda melakukan pembukaan yang kedua bukan?

Dengan melakukan empat langkah di atas dengan baik, bisa dipastikan Anda akan mengambil semua perhatian pendengar dan melakukan presentasi yang hebat.

Sumber: Inc.com

sumber 2

Tips bagaimana menjaga hubungan baik dengan rekan kerja

Berada di kantor dan menghabiskan sebagian besar waktu di sana tentunya Anda harus bisa berinteraksi baik dengan rekan kerja. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk menjalin hubungan baik dengan teman-teman di kantor.

1.Berikan senyuman
Tak ada salahnya melemparkan senyuman dan menyapa rekan kerja Anda setiap harinya begitu sampai kantor. Bersikap sopan dapat menyenangkan hati orang lain sekaligus memberikan kesan baik bagi Anda di mata mereka.

2.Rajin berinteraksi
Lakukan interaksi dengan kolega setiap kali ada kesempatan. Cari tahu apa yang menjadi ketertarikan mereka, misalnya jenis musik yang didengarkan, buku yang mereka baca, atau film yang mereka sukai. Dengan mengetahui hal-hal tersebut bisa jadi pembuka obrolan santai Anda.

3.Jangan gampang tersinggung
Jika rekan kerja melontarkan lelulon tentang Anda, tak perlu langsung marah dan menyerangnya, cukup tertawa saja. Humor bisa membentuk hubungan dengan rekan kerja dan sesekali diperlukan untuk meredakan stres di kantor. Namun, jika lelulon tersebut terasa kelewatan, misalnya melecehkan atau merendahkan, Anda bisa meminta pihak ketiga sebagai penengah. Jika itu yang terjadi, pastikan emosi Anda tetap terkontrol.

4.Beri pujian
Sesekali berikan pujian jika rekan kerja Anda berhasil mencapai sesuatu. Akan lebih penting untuk fokus kepada pekerjaan baik yang dilakukan rekan kerja, ketimbang melihat hal-hal negatif yang dia lakukan.

5.Tunjukkan rasa hormat
Tunjukkan rasa hormat kepada rekan kerja Anda dengan mematuhi etiket di kantor atau dengan menanggapi e-mail dan pesan dari rekan kerja. Bila Anda mengabaikan pesan yang diberikan oleh rekan kerja, apalagi seputar informasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan, dia dapat merasa diremehkan.

Jika Anda ingin dihormati oleh rekan kerja yang lain, maka bersikaplah serupa ke mereka. Selalu beri kesempatan kepada orang lain untuk mengutarakan pendapat, walaupun jika pendapat itu berseberangan dengan Anda. Kalau ternyata Anda tidak suka dengan pribadi rekan kerja, jangan campur-adukkan perasaan pribadi dengan kepentingan profesional.

6. Atasi Konflik Secara Profesional

Konflik sangat mungkin terjadi di antara kolega, tapi karena terjadi di lingkungan kantor, Anda harus bisa mengatasinya dengan sikap profesional. Jika konflik terjadi pada Anda dan seorang rekan kerja, maka atasi berdua saja tanpa mengajak orang lain ikut campur. Coba atasi dulu sendiri dan hindari terburu-buru mengadu ke atasan.

7. Hindari Topik Tak Nyaman

Saat berbicara dengan rekan kerja, hindari topik yang bisa membuatnya merasa tak nyaman. Misalnya, topik mengenai agama, kehidupan keluarga, dan lain sebagainya. Ketahui bahwa ada beberapa orang yang merasa tidak nyaman untuk menceritakan kehidupan pribadi mereka dengan rekan kerja.

8. Jangan Menyebarkan Gosip

Menyebarkan gosip atau rumor mengenai seorang kolega adalah hal yang harus Anda hindari. Jika Anda mendengar gosip dari orang lain, jangan coba-coba untuk menyebarkannya ke orang lain lagi. Informasi yang Anda dengar belum tentu benar dan kalaupun benar, bukan hak Anda untuk menyebarkannya.

sumber

 

KATEGORI