X
Menu

CALL / WA 0812 9087 7291
X

Tips membangun waralaba (franchise)

Ada beberapa pertanyaan dibawah ini yang biasa kita pikirkan pada saat berpikir cara membuat franchise. Kemudian akan kita jawab sesuai dengan pengamatan yang saya lakukan

  1. Setelah beberapa franchisor di Indonesia mempunyai “TRUST” di kalanganya, dengan mudah mereka membangun lebih dari 1 produk usaha franchise.
  2. Banyak di antara pengusaha pengusaha yang telah sukses dalam arti omzet penjualan produknya cukup histeria alis omzet melimpah, kemudian tidak membuka cabang atau pun mitra kerjasamnya.
  3. Alasan pingin banget mempunyai produk waralaba, tetapi tidak mempunyai produk waralaba sama sekali
  4. Mereka yang sudah memiliki produk unggulan bisa berpotensi di waralabakan, merasa takut tidak bisa membangun sistem, apalagi merasa gak bisa bikin SOP dan Manajemen Standart yang akan di tawarkan
  5. Ada rasa kekwatiran pada saat menawarkan potensi usaha waralaba, pihak mitranya tidak untung alias merugi
  6. Bahkan ada juga yang sudah memiliki beberapa cabang usahanya, ternyata gak bisa mempromosikan ke khalayak ramai

Mari kita jawab beberapa point diatas
Point pertama, kita lihat contoh franchisor sukses, kita ambil saja, Hendy si pemilik kebab turki baba rafi, saat ini sudah ada 3 produk yang di kembangkan oleh franchisor tersebut, ada piramizza, ayam bakar mas mono, dan produk kreasinya sendiri yaitu kebab turki (ini sepengetahuan saya, silahkan cek sendiri kebenaranya). Sebuah trust atau indonesia sebuah kepercayaan, ternyata memberikan sebuah peluang peluang usaha baru bagi Hendy. dan tentunya sekaligus termasuk salah satu yang ikut mengambil kebijakan kebijakan dalam manajemen produk waralaba orang lain tersebut. Dengan membangun trust, bisa di simpulkan akan banyak di lamar oleh pemilik pemilik produk, dimana produk orang lain tersebut sebenarnya sudah mentereng brandingnya. Cukup fantastis kan? hanya dengan trust membuat franchise yang ke dua, ketiga, keempat dan seterusnya tinggal posting manajemen.

Point Kedua, adalah ketakutan tidak mampu berpikir untuk manajemen, atau bisa jadi si pemilik usaha tersebut dalam menangani beberapa outletnya sudah cukup kalang kabut, bukankan seorang pengusaha itu harus fredom, tanpa harus kalang kabut memenejemen usahanya. Jika di tanya, apakah usaha bapak di waralabakan?, oh gak pak, saya aja dengan usaha saya sudah cukup perpenghasilan dan tentunya saya akan capek lagi jika membangun usaha untuk di waralabakan. Kalau sudah begini, biasanya ada franchisor atau tangan tangan baru mencoba untuk membangun usaha waralaba produk pengusaha tersebut. Bayangin, usahanya sudah jelas ada, omzetnya cukup menarik, tinggal sedikit perjuangannya untuk di jadikan produk waralaba. lihat point 3 di bawah ini ya…

Point ketiga, bagi anda yang saat ini sangat antusias dan sudah memiliki paradigma bagaiaman enaknya dan mudahnya cara membuat franchise, maka yang seperti point 2 di atas adalah potensi anda. Hanya dengan pembagian atau sharing profit hasil usaha yang di waralabakan, bisa jadi anda sudah langsung memiliki produk usaha waralaba. Setiap daerah, sudah bisa dipastikan memiliki produk unggulan baik berbentuk makanan, minuman ataupun jasa. Jika produk unggulan tersebut tidak sama sekali di waralabakan, ambil potensi ini untuk segera di bangun franchise. Jadi cukup itu saja, tinggal anda membuat standart manajemen, standart beberapa SOP termasuk SOP produksi, SOP pelayanan, SOP manajemen dan lain lain yang diperlukan. Jika produk tersebut belum mempunyai branding, segera buatkan LOGO termasuk tag ataupun labelnya, yang sebelumnya hanya memakai gerobak apa adanya, nah coba bangun display outlet semenarik. Banyak saat ini pembuat gerobak waralaba yang cantik dan imut imut.

Point ke empat, nah ini yang ini kebanyakan yang dipikir mereka, bukankan saat mereka mengelola usaha sudah ada cara cara memenajemennya. Cuman, biasanya manajemen yang diterapkan hanya berdasarkan kebiasaan tradisional atau cukup di masukkan di pikiran. Sebagai contoh, jika membuat atau mengolah produk A, mereka biasanya disimpan di otak saja. Atau bagaimana mereka melayani pelanggan pelanggannya agar tertarik untuk membeli terus, ini pun kadang juga gak tertulis, cuman di angan angan saja. Padahal membangun sistem manajemen dan SOP yang kemudian menjadi sebuah manual book atau standart yang tertulis. Itu cukup menuliskan apa apa yang di kerjakan dari proses A sampai proses Z. Nah, karena biasanya pengusaha itu pemalas ( he he he), menulis adalah sesuatu yang butuh perjuangan mati matian. Padahal dengan sedikit mengeluarkan energi untuk itu, maka potensi penghasilan mereka akan cepat melejit bagai petir membahana. Termasuk bagaiaman mengelola perencanaan keungan usaha anda, banyak pihak pihak yang saat ini melayani jasa konsultan perencanaan keuangan, seperti

Point ke lima, perlu di ingat, semua bisnis itu beresiko. Kadang anda rugi kadang anda gagal. Dan hal ini sudah di pahami dengan jelas las.. oleh setiap insan pengusaha. Dengan produk yang sama, di tempat satunya sukses, bisa jadi di tempat lain nggak sukses. Tetapi sebagai seorang yang kemudian jadi franchisor, Jangan di kwatirkan dengan hal ini. Tetapi terus beri supprot bagi mitra mitra anda yang kebetulan tidak memberikan omzet yang seperti anda harapkan. Anda perlu melakukan evaluasi pada manajemen dan pemasaran mitra lokal anda yang ujung ujungnya menjadi sebuah harapan baru bagi mitra anda. Lakukan motivasi kepada mitra anda. Waralaba asing di indonesia ini juga banyak yang gulung tikar kawan……Waralaba waralaba lokal dengan branding yang besar juga banyak mitranya yang berguguran. Kenapa bisa seperti ini, banyak faktor seperti mitra tersebut tidak mematuhi peraturan peraturan ataupun SOP yang di berikan, Bisa jadi mitra anda curang, sebagai contoh yang seharusnya memakai produk standart dari pusat, kemudian membuat produk bahan sendiri, dengan harapan mitra tersebut lebih untung jika tidak order bahan standart dari pusat, cara memanejemen karyawannya yang tidak serius, cara memanejemennya yang amburadul, atau dengan alasan tertentu si mitra tidak mau membranding merk waralaba anda, pinginnya memiliki merk sendiri dengan menu yang sama. lihat saja, gerai gerai Mc. Donald yang tahun kemarin di gegerkan dengan waralaba Tony Jack. dan sekarang bagaimana kondisi Tony Jack.. Cari sendiri beritanya.

Point ke enam, banyak cara untuk mempromosikan produk usaha waralaba, seperti contoh membangun blog, membangun jaringan melalui facebook maupun twiter, kemudian bisa ikut juga di pameran pameran franchise atau media media majalah franchise.

sumber

Share

Administrator

Konsultan hukum, notaris, pengacara, jasa pendirian usaha , jasa pengurusan perizinan 

KATEGORI