X
Menu

CALL / WA 0812 9087 7291
X

Tips memulai usaha penjualan kue basah

Tips memulai usaha penjualan kue basah

Deretan kue basah nan cantik bak primadona sering tampil di meja-meja perjamuan pesta atau acara-acara istimewa seperti : acara perkawinan, khitan, syukuran haji , ulang tahun dsb. Kue basah mempunyai citarasa tersendiri, mungkin karena rasanya yang khas dan akrab di lidah kita. Paduan yang pas antara rasa gurihnya santan dengan manisnya gula, serta aroma daun pandan/suji yang unik , membuat kita tertarik mencicipinya, apalagi di tambah dengan cara penyajian dan penampilannya yang menggugah selera.
Bagi mereka yang ingin memulai usaha, bisnis kue basah ini bisa menjadi salah satu usaha yang perlu di coba karena sekarang ini Peluang Usaha Menjual Kue Basah mulai merambah dunia usaha, dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, harganya juga relatif murah dan mudah kita dapatkan kita bisa membuat aneka kue2 yang cantik dan menggoda selera, seperti (kue lumpur, klepon, cenil,serabu, dadar gulung, apem atau kue lapis yang sedap dan legit )kita bisa membuatnya dari aneka tepung beras dan juga umbi2an
Untuk hasil yang maksimal dan mengurangi resiko kegagalan dalam pembuatan kue basah, pastikan anda menguasai resep2 kue yang akan anda buat dengan resep yang rinci, standar ukuran yang pasti dan cara membuat yang jelas, Pembuatan kue basah juga mengandalkan perasaan dan kebiasaan si ahli pembuat kue tersebut.

Pemasaran
Pemasaran usaha dapat dilakukan dengan cara memasang nama usaha, alamat dan kontak usaha di kertas pembungkus dan kotak kue. pada promosi awal anda dapat menyebarkan brosur serta mengadakan program harga

promosi.

Untuk sistem pemasarannya anda bisa memasarkannya sendiri, selain itu juga banyak tempat yang bisa anda ajak bekerja sama dengan sistem konsinyasi (titip jual) misal kios kue di pasar, toko kue, warung-warung makan, gerai-gerai di pusat keramaian , cafe atau rumah makan.anda juga bisa mencoba kerja sama dengan pengelola catering untuk memasok kue basah pada acara-acara istimewa atau pesta, atau pun menerima pesanan siap antar.

Target Konsumen
Pasar kue basah sangat luas apalagi ibu-ibu yang sering mengadakan acara-acara arisan , pengajian ataupun perkumpulan lainnya yang membutuhkan suguhan yang beragam.
Kelebihan
Potensi usaha kue basah cukup besar, apalagi jika kita mampu membuat kue2 yang sesuai dengan selera kebanyakan konsumen.
Kekurangan
Daya tahan kue basah maksimalnya hanya bertahan 1 hari. Untuk itu tentukan jenis dan jumlah kue yang diproduksi setiap harinya.
Kunci Sukses
Selalu gunakan bahan-bahan yang berkualitas dan sebisa mungkin gunakan pewarna alami, jika terpaksa harus menggunakan pewarna, gunakan pewarna makanan yang berkualitas dan terpercaya serta gunakan sesuai takaran, agar kue kita tetap terjamin kualitasnya. dalam pembuatan produk olahan kue basah usahakan untuk selalu menciptakan variasi agar konsumen terhindar dari kebosanan. Misalnya onde-onde yang besar bisa di buat versi kecil atau kue tok yang biasanya berbentuk seperti kura-kura, kita coba bentuk lain seperti berbagai macam buah.
Analisa Usaha
Asumsi
Masa pakai etalase sederhana 5 tahun
Masa pakai peralatan masak (dandang, oven, Loyang, panci, dan kompor gas) 3 tahun
Biaya Investasi
Etalase sederhana : Rp 1.000.000
Peralatan masak : Rp 3.000.000
Total Investasi : Rp 4.000.000
Biaya Operasional per BulanBiaya TetapPenyusutan etalase 1/60 x Rp 1.000.000 : Rp 16.700
Penyusutan peralatan masak 1/36 x Rp 3.000.000 : Rp 83.000
Upah karyawan : Rp 500.000
Total biaya tetap : Rp 599.700
Biaya Variabel
Pembelian bahan-bahan per 15 hari
@Rp 300.000/ produk x 6 produk x 2 kali sebulan : Rp 3.600.000
Pembelian gas @ Rp 17.000 x 6 kali dalam satu bulan : Rp 102.000
Total biaya variabel : Rp 3.702.000
Total biaya variabel operasional : Rp 4.301.700
Penerimaan per Bulan
Penjualan 6 jenis kue
(6 x 50 buah/ hari x Rp 1.000/buah x 30 hari) : Rp 9.000.000
Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp 9.000.000 – Rp 4.301.700
= Rp 4.698.300
BEP (Break Event Point)
BEP = (Total biaya investasi : keuntungan ) x 1 bulan
= (Rp 4.000.000 : Rp 4.301.700) x 1 bulan
= < 1 bulan
Selamat berbisnis Usaha Menjual Kue Basah semoga sukses.
Cara Menghitung Harga Jual Kue
Sudah bisa membuat kue yang enak? Sudah menuai pujian dari keluarga, sodara dan tetangga? Kalau begitu, mari kita mencoba berjualan kue! Biarpun cuma bisa bikin satu kue yang enak, tetap PeDe untuk jualan donk! Roti Boy aja PeDe tuh cuma punya satu jenis roti di gerainya, hehehe. Jadi ndak perlu menunggu menguasai puluhan resep kue-enak-mantap hanya untuk berjualan. Cuma bisa bikin satu macam kue aja? ya ndak pa-pa. Perbaiki terus resepnya sampai bisa jadi kue terenak diantara kue paling enak yang sejenis.
Kalau mau jualan, tentunya kita harus bisa menetapkan harga jual. Di sini aku share cara sederhana menentukan harga jual kue yang akan kita pasarkan. Karena masih skala bakul kue rumahan, dalam perhitungan ini dibuat simple aja, ndak pake penyusutan dan menghitung biaya-biaya lainnya. Semoga bermanfaat dan silakan share bila ada informasi yang terlewat aku tuliskan.

cara menetapkan harga

Yang pasti, kalau jualan tentunya ndak mau rugi kan? Gampangnya adalah dengan menghitung jumlah bahan yang digunakan untuk membuat kue ditambah dengan perkiraan penggunaan gas/listrik dan packingnya. Setelah diperoleh ongkos produksinya, baru tetapkan persentase atau keuntungan yang diinginkan. Ohya sebelumnya dilihat dulu satu resep jadinya berapa banyak? Dari situ kita bisa menetapkan harga per satuan kuenya.
Contoh menetapkan harga jual kue Pennylane Brownies, silakan lihat resepnya, ada gula, terigu, minyak, dst:
Karena gula biasanya dijual kiloan maka cara menghitungnya 360gr/1000gr dikali harga gula sekilo = (360/1000) x Rp10000 = Rp 3600
Minyak dijual per liter, tinggal bagi 225/1000 x harga minyak seliter
Telur 4 butir bagaimana menghitungnya? Lihat saja dalam satu kg telur ukuran sedang biasanya dapat berapa butir? Katakan satu kg telur ukuran sedang ada sekitar 14 butir seharga Rp 15.000. Jadi harga satu telurnya = Rp 15.000 dibagi 14 = Rp 1072
Teruskan hitung sampai selesai satu resep maka akan didapatkan total biaya bahan.
Satu resep Pennylane Brownies bisa jadi 2 loyang ukuran 30×10, berarti mesti beli kotak ukuran 30×10. Masukkan lagi biaya tersebut.
Bagaimana menghitung biaya gas? Harus dihitung pemakaian selama sebulan sih. Tapi kalo aku karena gak mau ribet, ambil saja contoh perhitungan yang sering dipakai para produsen kompor dalam membanding-bandingkan keiritan kompor mereka. Satu contoh aku melihat iklan kompor … eeh, lupa mereknya. Tapi itu kompor tanpa api gitu, halogen apa gitu kali ya? Nah di situ tertulis perbandingannya, memasak satu jam dengan kompor gas itu setara dengan sekitar Rp 1600-an rupiah (emph itu waktu gas harganya masih 65ribuan ya, hahaha). Sekarang gas sudah naik lagi harganya, so diambil perkiraannya saja yang aman yaitu satu jam kira-kira menghabiskan Rp 2000.
Sudah dapat total biaya produksi, baru tetapkan berapa profit yang kita inginkan. Lima puluh persen? atau seratus persen? Silakan saja lho … Kue-kue home-made biasanya memiliki kelemahan dalam perhitungan biaya bahan, yaitu karena kita membeli bahan tidak dalam jumlah besar maka harga per satuan bahan jadinya memang lebih mahal. Tapi ya ndak pa-pa, memang begitulah keadaannya. Namun kita bisa beri value-added misalnya: kue-kue yang aku buat aku jamin bebas pengawet dan tidak menggunakan emulsifier untuk pengembang telurnya. Aku hanya pakai telur segar, gula pasir, terigu, mentega, margarin dan minyak sayur. Tidak ada bahan tambahan lainnya, kecuali penambahan baking powder di beberapa resep.
Nanti kalau sudah mulai banyak pesanan, kita sudah bisa mulai mensiasati pembelian bahan dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga bisa meningkatkan profit.

peluang usaha kue

Usaha ini berada di Jl. Poncosiwalan No.4 RT1/RW2 Ngunut babadan Ponorogo. Dirintis oleh Ibu Hawin Khuriyati dengan suaminya Bapak Musthofa Ali. Produk yang dihasilkan berupa makanan kering seperti cumi-cumi, putri salju, steak keju, choco chips, kastengel, sisir kering, berbagai macam nastar,dan lain-lain. Selain makanan kering usaha ini juga memproduksi berbagai jenis kue basah seperti chifon cake pandan, chifon cake zebra, donat salju, donat meses, panada, pastel, banana cake, kroket, dan lain-lain. Dan tak kalah menarik usaha ini juga mampu membuat berbagai Tart (kue hantaran pernikahan) seperti black forest, cake keju, dan lain-lain. Serta berbagai macam kue tart ulang tahun. Usaha ini juga menerima berbagai pesanan snack dan catering.
Usaha ini berdiri dari keinginan sang pemilik untuk usaha di bidang makanan. Pada awalnya usaha ini hanya berupa usaha kecil rumahan yang biasa di titipkan di kios-kios. Namun karena resiko yang yang ditanggungnya terlalu besar disebabkan oleh kue yang tidak laku dijual, akhirnya beliau memutuskan untuk menjual hasil kue olahannya kepada orang yang memesannya saja.
Pertama kali usaha ini didirikan, Ibu Hawin tidak memiliki keahlian apapun di bidang pembuatan kue. Namun karena keinginannya yang sangat besar untuk membuat usaha tersebut, beliau belajar otodidak dalam pembuatan kue. Belajar dari berbagai buku resep yang beliau otak-atik, serta belajar dari berbagai pengalamannya di negeri rantau.
Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan berbagai kue ini sebagian beliau bawa dari Arab Saudi tempat beliau dulu bekerja. Seperti dua buah oven besar, mixer dan blender. Sedangkan alat-alat yang lain beliau beli sedikit demi sedikit.
Modal awal berdirinya usaha ini tidak terlalu besar, karena pada awalnya usaha ini hanya usaha kecil. Dan untuk keuntungan yang didapatkan, Ibu Hawin tidak membukukannya. Namun dapat dilihat perkembangannya dari waktu ke waktu.
Selain karena namanya sudah terkenal dimana-mana, usaha ini semakin maju dengan dibukanya sebuah toko disamping rumahnya. Toko ini selain digunakan untuk menjual berbagai bahan-bahan untuk membuat kue, toko ini juga merupakan alat promosi penjualan kue hasil olahan Ibu Hawin sekaligaus menjual kue hasil olahannya.

 

sumber

Share

Administrator

Konsultan hukum, notaris, pengacara, jasa pendirian usaha , jasa pengurusan perizinan 

KATEGORI