X
Menu

  CALL / WA 0812 9087 7291
X

23

apakah jenis barang & komoditi apakah yang dilarang untuk diekspor ? 
• Jenis hasil Perikanan dalam keadaan hidup : Anak ikan Arwana, Ikan Arwana, benih ikan sidat dibawah ukuran 5 mm, Ikan hias air tawar jenis boti macracanthus ukuran 15 cm ke atas, udang galah (udang air tawar) dibawah ukuran 8 cm, udang penaedae (induk dan calon induk)
• Karet bongkah
• Bahan remailing dan rumah asap berupa : Smoked lebih rendah dari kualitas IV, blanked Doff, Cutting C, Remilled 4, Flat barkCrepe.
• Kulit mentah, pickled dan wet blue dari binatang melata/reptil (kecuali kulit buaya dalam bentuk wet blue)
• Limbah dari skrap fero, ingot hasil peleburan besi atau baja (kecuali yang berasal dari wilayah Pulau Batam) : Limbah dan skrap dari baja paduan lainnya, Limbah dan skrap dari besi atau baja lapis timah, Limbah dan skrap baja lainnya berbentuk gram, serutan dan lain-lainnya
• Binatang liar dan tumbuhan alam yang dilindungi dan atau yang termasuk dalam Appendix I dan III CITES, dalam keadaan hidup, mati, bagian-
bagian daripadanya, hasil-hasil daripadanya ataupun dalam bentuk barang yang dibuat daripadanya.
• Barang kuno yang bernilai kebudayaan.

Barang yang Diawasi Ekspornya


• Binatang jenis lembu, hidup (bibit sapi, sapi bukan bibit, kerbau)
• Ikan dalam keadaan hidup (anak ikan Napoleon Wrasse, ikan Napoleon Wrasse, Nener)
• Inti kelapa sawit
• Minyak dan Gas Bumi
• Pupuk Urea
• Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue
• Binatang liar dan tumbuhan alam yang tidak dilindungi termasuk dalam Appedix II CITES
• Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk bubuk, bukan tempa, setengah jadi.
• Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk
• Lombah dan Skrap Fero, ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam)
• Limbah dan skrap dari baja stainless, tembaga, kuningan dan aluminium.

 

sumber

3 investasi  yang  dimiliki orang sukses

Setiap orang sukses pasti memiliki tips sukses dan inilah yang dipegang oleh mereka untuk membangun kesuksesannya. Saat kesuksesan sudah dipuncak orang mulai mengalihkan perhatiannya ke bidang yang lebih besar selain bisnis mereka mencoba melakukan Investasi. Berikut ini adalah 3 Investasi Orang Sukses yang ditulis oleh Frans Pekasa.

1. Aset

Ini adlh investasi yg paling umum kita lakukan. Berapa banyak pun penghasilan kita, usahakan 25% nya kita gunakan utk membeli aset. Bukan ditabung dlm bentuk uang, krn nilai uang selalu menurun. Aset di sini bkn hanya dlm bentuk property (tanah, rumah, bangunan, dll) tetapi jg surat berharga, alat produksi, dll. Kenaikan aset biasanya melampaui inflasi dan bunga bank. Sehingga suatu saat aset2 kita jauh menghasilkan drpd hasil kerja kita sendiri.

2. Ilmu / Skill

Ilmu yg dimaksud bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non formal, pelatihan, seminar, kursus, workshop, membaca buku, magang, bekerja, sharing, dll. Dari pengalaman saya pribadi, suatu ilmu yg kita kuasai dg baik ternyata dpt kita tukar dg share / saham pd suatu bisnis yg bernilai cukup besar. Misalnya pengetahuan ttg property kita ditukar dg beberapa puluh persen saham, atau pengetahuan perhotelan kita, atau mungkin pengetahuan sederhana spt pengetahuan sablon, pengetahuan perbengkelan, dll

3. Networking Banyak org lupa utk berinvestasi dlm hal networking. Pdhal kita tdk mungkin sukses berusaha tanpa memiliki network yg baik. Begitu pentingnya networking, sampai2 Li ka Shing (org terkaya di Asia) menganjurkan menghabiskan 20% penghasilan kita untk membangun networking. Termasuk di dlm networking adlh berorganisasi, menghadiri undangan, acara2 komunitas/ hobby, pameran, dll. Menyapa teman2 lama via sms di kontak Hp/ Bbm/ WA jg termasuk dlm networking.

 

sumber

KATEGORI