X
Menu

CALL / WA 0812 9087 7291
X

13

jasa pembuatan pt

Hal hal yang harus diperhatikan sebelum promosi

Beberapa hari lalu saya sharing dengan teman saya yang membuka usaha warnet yang dikhususkan untuk pengetikan dan pencetakan. Ia bertanya pada saya, Mas..saya telah mencetak brosur cukup banyak dan menyuruh orang untuk menyebarkannya tapi kok hasilnya belum maksimal?Padahal saya juga telah mempraktekkan tulisan sampeyan dihttp://vkristiawan.blogspot.com/2011/06/jangan-buang-uang-anda-percuma-dengan.html tapi kok belum kena juga?Apanya yang keliru ya?Pertanyaan2 ini pernah saya alami dan mungkin rekan2 pernah alami juga dalam melakukan promosi atau upaya meningkatkan penjualan suatu produk atau jasa.

Sebelumnya mungkin perlu kita mengetahui arti kata ”promosi” yaitu suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Sedangkan tujuan promosi secara ringkas adalah meningkatkan cashflow perusahaan. Oleh karena itu agar promosi yang dilakukan dapat efektif dan efisien maka ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan tersebut yaitu

  1. WHO

Who disini berarti siapa sih sebenarnya target market atas produk/jasa yg kita tawarkan.Pemahaman atau penentuan siapa target market produk/jasa yg dituju sangatlah penting karena menyangkut kebutuhan setiap target market bisa berbeda. Dalam kasus usaha teman saya yaitu warnet yg dikhususkan untuk menerima jasa pengetikan dan pencetakan dokumen disini dapat diidentifkasi bahwa selama ini sebagai pengguna jasa/produknya sebagian besar adalah mahasiswa dan karyawan. Kebutuhan seorang mahasiswa akan jasa/produk yang akan digunakan tentunya berbeda dengan seorang karyawan. Sebagian besar mahasiswa tentunya lebih berorientasi harga/Price oriented (memilih harga jasa yang lebih murah) daripada seorang karyawan. Karyawan dengan tingkat pendapatan lebih tinggi dibanding mahasiswa cenderung lebih mengutamakan kualitas hasil cetakan, kenyamanan dan kecepatan. Dengan mengetahui kebutuhan dari setiap target market yg dituju akan berdampak pada pemilihan kata2, gambar dan bentuk tawaran yang diberikan.

 

  1. WHERE

Setelah mengetahui secara spesifik siapa target market sebenarnya akan produk/jasa yang kita miliki maka kita dapat mengetahui dimana (where) sebagian besar target market biasanya berada/berkumpul.Hal ini perlu kita ketahui agar promosi yang dibuat lebih tepat sasaran atau langsung mengenai pada target market yang dituju. Untuk usaha warnet teman saya yang dilakukan adalah brosur untuk sasaran mahasiswa dibagikan di kampus (perpustakaan, kantin) dan toko buku. Sedangkan untuk karyawan dibagikan di perkantoran, minimarket dan memasang spanduk di jalan (ruas jalan yang banyak/sering dilalui pada saat karyawan pulang pergi)

  1. WHAT

What berarti apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa yang ditawarkan sehingga menjadi solusi atas kebutuhan target market yang dituju.Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target market yang dituju maka akan banyak yang melakukan pembelian/transaksi.Misalnya dalam usaha warnet, untuk sasaran mahasiswa diberikan potongan/diskon biaya pada waktu2 tertentu (pagi dan siang hari), pencetakan dalam jumlah banyak dan efisiensi pada tinta yang digunakan. Sedangkan untuk karyawan diberikan kualitas tinta dan kertas yang bagus, disediakan minuman gratis, kemudahan dalam pengiriman file dan jasa antar hasil cetakan.

  1. WHY

Why disini menyangkut mengapa sasaran/target market memilih membeli dari kita bukan dari pesaing?Nilai tambah apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa sehingga orang harus membeli/menggunakan di tempat kita. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaan/akrab, tempatnya nyaman dan ada jaminan penggantian (tidak perlu membayar apabila hasil cetakan tidak bagus/rusak).

  1. HOW

How disini menyangkut bagaimana cara kita mampu menginformasikan segala kelebihan yang dimiliki oleh produk/jasa yang ditawarkan pada target market yang dituju.Misalnya dengan secara rutin menyebar brosur, memasang papan reklame/neon box, spanduk, iklan melalui internet dsb.

Dengan mampu mengidentikasi lima hal yang utama seperti tersebut diatas maka akan memudahkan kita melakukan setiap kegiatan promosi berjalan secara efektif dan efisien. Selamat bertindak….dan terus melakukan kegiatan2 promosi yang kreatif…

Semoga bermanfaat …

Salam Sukses Selalu & Utamakan Berpikir Positif,

sumber
butuh jasa pengurusan perizinan PT , CV , PT PMA , SIUP , TDP , KOPERASI ?
hubungi :

pin BBM : 235F8BA6
hallo : 08111086915
Simpati : 082129737777
xl : 081808910704

 

Bisnis waralaba dari dulu sampai saat ini telah mengalami banyak perkembangan dalam berbagai jenis. Namun di Indonesia, waralaba masih identik dengan produk makanan dan minuman. Bagi calon entrepeneur muda, bisnis waralaba adalah cara termudah untuk belajar bisnis. Dengan menjadi waralaba atau franchisee, maka kita akan mendapatkan bimbingan dari pewaralaba (franchisor) tentang kiat dan usaha untuk membangun kerajaan bisnisnya. Namun, meski dengan modal yang telah diberikan ke pewaralaba dan berbagai bimbingan telah dilakukan oleh pewaralaba secara intensif, tidak bisa menjamin bisnis yang dilakukan akan menemui keberhasilan.

Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan seorang franchisee banyak menemui kegagalan dalam bisnis waralaba, antara lain:

1. Modal yang cukup tinggi
Agar bisa ikut usaha dalam waralaba pada produk tertentu, kita harus menyerahkan modal awal agar dapat memiliki hak menggunakan nama produk pewaralaba dan mendapatkan bantuan alat dan serta bimbingannya. Meskipun Terkadang modal yang harus diserahkan dirasa cukup tinggi, terutama waralaba dari luar negeri. Misalnya saja McDonalds mensyaratkan para franchisee harus memberikan deposit modal sekitar 405 juta rupiah untuk memegang hak (izin) memproduksi produk McDonalds selama jangka waktu 20 tahun.
Maka untuk bisa memiliki restaurant cepat saji McDonalds memerlukan dana sekitar 1 milyar lebih, baik untuk penyediaan lokasi, gedung, bahan baku dan karyawan. Berbeda dengan waralaba lokal yang biayanya lebih murah. Selain itu, juga terdapat beberapa waralaba yang meminta sekian persen dari keuntungan / omzet yang telah diperoleh franchisee tiap tahunnya di dalam perjanjian kontraknya.

2. Biaya bahan baku yang terlalu mahal
Biasanya, para pewaralaba telah menyediakan supplier bahan baku bagi para franchisee untuk memproduksi produknya. Mereka berdalih bahwa bahan baku dari supplier yang telah diajak bekerjasama sudah memenuhi standar mutu. Sehingga harga bahan bakunya pun agak lebih mahal dari harga pasar. Padahal dari kerjasama tersebut, pewaralaba juga mendapatkan komisi. Dengan demikian margin keuntungan yang diperoleh oleh franchisee bisa menjadi lebih kecil.

3. Modal usaha yang tidak cukup
Ada Beberapa pewaralaba yang menyediakan opsi menarik bagi para calon franchisee untuk bergabung dalam bisnisnya, yaitu memberikan pilihan cicilan dana dan suplai bahan bagi franchisee yang masih kekurangan modal. Namun, pada umumnya para franchisor (pemilik waralaba) tidak ingin terlibat dalam masalah penyediaan dana bagi para franchisee (pembeli waralaba) yang kekurangan modal, sehingga franchisee harus bisa mandiri dalam mencari tambahan modal. Dan biasanya Pada masa paceklik tersebutlah, para franchisee harus gulung tikar di tengah jalan.

4. Pemberian lokasi franchise yang tidak strategis
Para pewaralaba biasanya ikut mempertimbangkan juga strategi lokasi, dan hanya mengizinkan suatu perwakilan waralaba pada jarak/radius tertentu. Namun, tidak sedikit pewaralaba yang mengizinkan berdirinya puluhan waralaba dalam satu lokasi (kota) dengan harapan ia mendapatkan keuntungan lebih. Hal ini sangatlah tidak bagus, karena para franchisee harus saling bersaing dengan merek dan produk yang sama dalam satu lokasi (radius tertentu).

5. Kreatifitas yang dibatasi
Dalam bisnis waralaba, franchisor terkadang mengharuskan para franchisee menggunakan falisitas seragam pada tempat usahanya, atau warna tempat, papan reklame, pernak-pernik, serta asesoris lainnya. Sehingga daya kreatifitas yang ingin dikembangkan oleh franchise menjadi terbatas untuk bisa menarik para konsumen. Hal tersebut menjadi nilai negatif bagi wirausahawan yang mempunyai kreatifitas tinggi.

6. Penentuan lokasi yang tidak tepat
Salah satu dari kunci keberhasilan dalam membangun bisnis adalah pemilihan lokasi yang tepat. Dalam menentukan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat usaha waralaba, ada baiknya melakukan riset kecil-kecilan, baik keramaian lokasi, minat warga sekitar terhadap produk yang akan dijual, jumlah saingan usaha pada produk yang sejenis, dan juga kondisi ekonomi yang tengah dialami oleh masyarakat setempat.

7. Pewaralaba mengalami kebangkrutan
Apa yang terjadi jika induk bisnis ternyata mengalami kebangkrutan disaat usaha sedang mangalami kemajuan. Maka kita harus berjuang sendiri tanpa lagi mendapat bantuan dan bimbingan dari franchisor. Hal tersebut bisa memberikan tekanan batin dan ketakutan dalam diri. Hal yang sama juga bisa terjadi bila rekan bisnis anda (waralaba sama) yang berada di lokasi lain ternyata gulung tikar, sehingga memunculkan keresahan.

sumber
butuh jasa pengurusan perizinan PT , CV , PT PMA , SIUP , TDP , KOPERASI ?
hubungi :

pin BBM : 235F8BA6
hallo : 08111086915
Simpati : 082129737777
xl : 081808910704

 

KATEGORI