X
Menu

  CALL / WA 0812 9087 7291
X

Penyebab bisnis baru mengalami kegagalan

Penyebab bisnis baru mengalami kegagalan

Dan berikut dibawah ini beberapa penyebab dan juga kesalahan yang dapat menghancurkan sebuah usaha ataupun bisnis.

1. Tidak Melakukan Riset Pasar
Misalnya Anda berniat membuka sebuah perusahaan es krim, semua modal yang dibutuhkan sudah Anda siapkan dan niat Anda sudah bulat. Tetapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini musin hujan, saat orang membutuhkan makanan yang hangat bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, tentu saja kompetisi Anda akan menjadi semakin sangat berat.

Nah kesalahan-kesalahan seperti itulah yang membuat Anda kalah sebelum bertanding ataupun bersaing. Mangka dari itu Anda harus dapat mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa produk Anda masuk ke pasar. Akan lebih mudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan daripada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang mengeluarkan uang untuk itu.

2. Rencana Bisnis yang Kurang Matang
Sebuah rencana yang solid dan realistis tentu saja sangat mutlak dibutuhkan pada sebuah usaha ataupun bisnis. Dalam hal itu, Anda harus membuat target yang masuk akal tentang bagaimana Anda mencapai target tersebut, prediksi masalah yang akan menghadang, serta bagaimana mengatasi dan menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk mencapai target, Anda harus banyak melakukan riset dan survey. Rencana juga harus memuat biaya (modal) yang diperlukan dalam artian cukup untuk usaha ataupun bisnis. Tidak hanya itu, strategi dan jadwal operasionalnya juga harus di atur dengan tepat, akurat. Setelah semuanya di atur, barulah Anda jalankan seluruh rencana dengan sebaik-baiknya.

Jika Anda menemukan masalah pada usaha atau bisnis yang sedang Anda jalankan, sesegera mungkinlah Anda mencari solusinya. Jika pengeluaran membengkak, segeralah berhemat. Karena semakin banyak masalah (kendala) yang Anda hadapi pada bisnis yang Anda jalankan, maka akan semakin tinggi pula potensi gagalnya usaha atau bisnis yang Anda jalankan (kembangkan).

Perlu di catat dan di ingat, jika Anda menjalankan sebuah bisnis lari (melenceng) dari rencana awal, sama saja Anda telah membunuh usaha atau bisnis Anda sendiri.

3. Tidak Punya Akses Tambahan Modal
Jika Anda baru saja memulai sebuah bisnis ataupun baru saja membuka sebuah usaha dan ternyata tidak berjalan dengan baik, dengan kata lain modal untuk menjalankan usaha Anda tersendat-sendat dikarenakan Anda berada dalam posisi yang tidak bagus untuk mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, maka dari awal Anda harus realistis. Pergunakanlah modal yang ada agar dapat mencapai target yang telah Anda tentukan. Sehingga dapat membuat arus keuangan Anda terus mengalir.

Perlu diketahui, terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk modal dalam menjalankan sebuah usaha ataupun bisnis bukanlah awal yang baik.

4. Lokasi yang Buruk dan Kurang Promosi
Apapun ceritanya, lokasi/tempat adalah faktor yang sangat penting untuk memulai dan menjalankan sebuah usaha/bisnis.

Lokasi yang tidak baik (buruk) sudah barang tentu menjadi faktor negatif bagi sebuah bisnis/usaha, terutama yang mengandalkan pelanggan para pejalan kaki. Selain hal tersebut diatas, ada faktor lain yang harus diketahui yaitu eksistensi dan mempromosikan usaha/bisnis Anda di internet. Dengan mempromosikan usaha/bisnis di internet (dunia maya) dan jejaring sosial sama halnya seperti mempromosikan lokasi asli Anda di dunia nyata.

Karena kita tahu semakin majunya teknologi dapat kita katakan bahwa internet saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan kita sehari-hari.

Dengan mempromosikan usaha/bisnis di internet, maka pelanggan dapat dengan mudah dan cepat mengetahui usaha/bisnis Anda. Sehingga Anda dapat dengan mudah mendapatkan pelanggan (konsumen) yang benar-benar membutuhkan akan usaha/bisnis Anda.

5. Terlalu Cepat Berekspansi
Jika usaha/bisnis yang Anda jalankan sudah mulai berjalan dengan baik dan menuju ke arah sukses, maka saatnya Anda berekspansi. Cara yang harus dilakukan dengan memperluas usaha/bisnis Anda sama seperti membangun usaha/bisnis tersebut dari awal. Dan jangan sembrono (gegabah) dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang untuk usaha/bisnis Anda.

Terlebih dahulu pastikan bahwa Anda telah menemukan tempat (pasar dan daerah) yang tepat untuk berekspansi. Jika Anda berencana mendiversifikasi produk, jangan sampai melenceng dari lini usaha/bisnis awal. Karena jika hal tersebut terjadi, maka Anda akan terjebak dalam membentuk sebuah usaha/bisnis baru seperti halnya Anda memulai dari awal lagi.

Dan jika sebuah usaha/bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin diatas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, maka usaha/bisnis yang Anda jalankan (kelolah) tersebut tidak menutup kemungkinan bisa cepat tenggelam.

6. Terlalu Terlena Dengan Kesuksesan
Setelah Anda merumuskan rencana, menjalankan usaha/bisnis dan mendapatkan basis pelanggan (konsumen), jangan terlalu cepat puas dengan hasilnya. Anggap saja itu hanyalah sebuah awal permulaan yang Anda terima. Hal yang harus dilakukan adalah terus memantau situasi pasar dan mencari tahu apakah Anda harus mengubah rencana usaha/bisnis Anda. Karena berada pada posisi yang paling dibutuhkan akan membuat Anda mempunyai banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga dapat membuat Anda tetap sukses.

Kesimpulan tentang beberapa alasan serta penyebab bisnis baru mengalami kegagalan (gagal)adalah, meskipun rata-rata usaha/bisnis baru biasanya jarang bertahan lama bukan berarti usaha/bisnis yang Anda kelolah gagal begitu saja. Melalui perencanaan dan fleksibilitas, tentunya Anda akan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tertulis diatas dan menjadi bagian dari 25% yang berhasil bertahan lebih dari 15 tahun untuk menjalankan atau mengelolah sebuah usaha/bisnis.

sumber

Share

Administrator

Konsultan hukum, notaris, pengacara, jasa pendirian usaha , jasa pengurusan perizinan 

KATEGORI